Pengukur getaran pada dasarnya adalah alat pengukur yang dirancang khusus untuk mengukur getaran suatu objek tertentu. Objeknya misalnya getaran pada pompa, getaran motor dan getaran pada mesin baik kecil, sedang maupun berat. Penggunaannya pun sangat mudah, Anda cukup menempelkan sensor getaran atau magnetic base pada objek yang akan diukur seberapa besar getarannya.
Mengenal Vibration Meter
Nantinya, sejumlah data akan muncul di layar pengukur. Data angka atau nilai yang ditunjukkan oleh alat pengukur getaran merupakan kekuatan getaran yang dihasilkan oleh suatu benda. Hasil pengukuran ini kemudian dijadikan patokan dasar dalam melakukan aksi dan pengaturan getaran yang sesuai dengan ambang batas yang ditentukan.
Tidak hanya itu, penggunaan part vibration meter yang tepat dapat memiliki fungsi lain bagi pelaku industri. Misalnya untuk mendeteksi getaran pada level tertentu. Getaran yang terlalu kuat atau getaran yang tidak normal dapat menyebabkan mesin rusak baik bagian dalam maupun bagian luarnya. Sehingga kerusakan mesin yang mengakibatkan kerugian lebih lanjut dapat diminimalisir dengan baik menggunakan alat pengukur getaran ini.
Baca Juga : Jasa Service Alat Ukur & Uji
Penggunaan alat pengukur getaran merupakan salah satu hal yang sangat penting agar kondisi mesin yang digunakan tetap fit dan tetap dapat digunakan secara optimal. Dengan penjelasan tentang apa itu alat pengukur getaran di atas, pasti anda sudah mendapatkan gambaran tentang alat pengukur getaran tersebut. Namun sebagai alat krusial di industri yang banyak menggunakan mesin dengan ukuran sedang hingga besar, tentunya ada berbagai macam bagian yang ada di dalam alat pengukur getaran tersebut. Bagian apa saja dari alat pengukur getaran yang dapat Anda ketahui?
Bagian Pengukur Getaran
Setelah mengetahui tentang apa itu alat pengukur getaran dengan penjelasan panjang diatas, kini saatnya kita membahas bagian-bagian alat pengukur getaran. Dalam penggunaannya, bagian meteran getaran secara luas dibagi menjadi dua bagian. Dua bagian termasuk sensor getaran dan analisa sinyal dinamis. Keduanya memainkan peran penting dalam pengukur getaran saat mengukur getaran objek tertentu. Berikut adalah penjelasan dari bagian-bagian alat pengukur getaran.
Sensor Getaran
Sesuai dengan namanya, sensor getaran memang sudah menjadi bagian penting dari alat pengukur getaran. Konteks fungsinya adalah menjadi alat untuk mengubah sinyal getaran fisik besar menjadi sinyal analog. Dari situ juga akan terlihat besaran listrik dan bentuk tegangan yang ada. Cara melihat bagaimana fungsi dari bagian sensor getaran dihitung dengan mudah. Caranya cukup dengan memasukkan bagian ini ke dalam mesin yang ingin diukur. Tinggal menunggu beberapa waktu, maka hasilnya akan segera keluar.
Penganalisis Sinyal Dinamis
Selain sensor getaran, ada juga bagian lain dari alat pengukur getaran yaitu penganalisa sinyal dinamis. Alat analisa sinyal dinamis menjadi bagian yang penting karena menjadi usaha yang berkelanjutan setelah sensor getaran digunakan. Setelah sensor getaran diletakkan pada bagian mesin yang akan diperiksa getarannya, maka akan diperoleh hasil berupa sinyal getaran.
Dari sinyal getaran ini, akan langsung disalurkan ke alat analisa sinyal dinamis. Memang, sebagai bagian penting dari pengukur getaran, penganalisa sinyal dinamis memiliki kombinasi yang cukup kompleks dari sinyal sumber getaran mesin. Dari hasil yang dihasilkan oleh dynamic signal analyzer, akan terlihat seberapa besar jumlah getaran pada objek berupa data digital.
Cara Kerja Vibration Meter
Selain memiliki bagian-bagian vibration meter yang berguna untuk mengecek getaran benda-benda bekas seperti mesin pabrik, vibration meter juga memiliki cara kerja yang mudah dan sederhana. Ya, meski terkesan sebagai alat yang rumit, sebenarnya menggunakan alat pengukur getaran tidaklah sulit. Dengan kondisi ini, Anda tidak perlu merasa kesulitan untuk menggunakan alat pengukur getaran setiap kali ingin memeriksa mesin industri yang digunakan. Beginilah cara kerja pengukur getaran yang perlu Anda ketahui dan lakukan saat Anda menggunakannya.
Baca Juga : Jasa Kalibrasi Alat Ukur & Uji
Cara kerja vibrasi meter yang pertama adalah dengan mengecek vibrasi meter terlebih dahulu dengan baik. Perhatikan setiap detail alat ini. Jangan sampai rusak atau tidak berfungsi. Bagian yang harus diperiksa lebih detail adalah sensor getaran karena tanpa adanya fungsi sensor getaran maka alat pengukur getaran tidak dapat digunakan secara optimal. Selain bagian sensor getar, kabel sensor dan tombol power (ON/OFF), juga wajib dicek secara detail.
Selain komponen tersebut, Anda juga membutuhkan komponen pendukung lainnya untuk dapat melakukan pengukuran getaran dengan benar, seperti komponen baterai dan komponen display seperti LCD. Jika Anda sudah memeriksa semua komponen alat pengukur getaran, kini saatnya Anda menghidupkan alat ini. Caranya mudah. Anda tinggal menekan tombol ON/OFF disana. Inilah sebabnya mengapa perlu untuk memeriksa bagian-bagian komponen baterai. Dengan baterai yang baik, alat pengukur getaran dapat digunakan secara optimal.
Setelah alat pengukur getaran menyala, saatnya melakukan pengukuran getaran. Caranya adalah dengan menempelkan sensor getaran yang ada pada bagian mesin yang akan diukur. Dari sensor getaran ini, data akan dikirimkan ke bagian dynamic signal analyzer. Dari penganalisis sinyal dinamis ini, Anda akan melihat angka getaran pada tampilan layar LCD.
Untuk bisa mendapatkan data pengukuran yang baik dan presisi, Anda harus bisa memastikan tingkat getaran pada mesin bekerja seperti mode atau nilai yang sering muncul. Kemudian diambil nilai rata-rata (median) dari nilai getaran yang dihasilkan oleh mesin tersebut. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan hasil akhir yang tepat dan sesuai dengan pengukuran yang ada.